Sabtu, 22 Maret 2014

PENERAPAN KONSEP REAKSI REDOKS DALAM PENGOLAHAN LIMBAH (LUMPUR AKTIF)

PENERAPAN KONSEP REAKSI REDOKS DALAM PENGOLAHAN LIMBAH
(LUMPUR AKTIF)
Salah satu penerapan konsep reaksi redoks dalam kehidupan sehari-hari adalah dalam bidang pengolahan limbah.Perinsip dasar yang digunakan adalah teroksidasinya bahan-bahan organic maupun anorganik sehingga lebih muda diolah.Limbah merupakan salah satu pencemaraan lingkungan yang perlu dipikirkan cara mengatasinya untuk menjaga lingkungan agar tidak tercemar.salah satu caranya dengan mengunakan Teknik Limpur Aktif (activated sludge).
Lumpur aktif (activated sludge) adalah proses pertumbuhan mikroba tersuspensi. Proses ini pada dasarnya merupakan pengolahan aerobik yang mengoksidasi material organik menjadi CO2 dan H2O, NH4. dan sel biomassa baru. Proses ini menggunakan udara yang disalurkan melalui pompa blower (diffused) atau melalui aerasi mekanik. Sel mikroba  membentuk flok yang akan mengendap di tangki penjernihan. Kemampuan bakteri dalam membentuk flok menentukan keberhasilan pengolahan limbah secara biologi, karena akan memudahkan pemisahan partikel dan air limbah.
Tahapan-tahapan pengolahan air limabh dengan metode lumpur aktif secara garis besar sebagai berikut :
1.      Tahapan awal  pada tahap ini dilakukan pemisahan benda-benda asing seperti kayu,bangakai binatang,pasir dan kerikil,sisa-sisa partikel digiling agar tidak merusak alat dalam system dan limabh dicampur agar laju aliran dan konsentrasi partikel konsisten.
2.      Tahapan primer    
      tahap ini juga disebut tahapan pengendapan.partikel-pertikel ringan dipisahkan partikel-pertikelberukuran koloid digumpalkan dengan penambahan elektrolit seperti FeCL3,FeCL2,AL(SO4)3 dan CaO
3.      Tahapan sekunder                                                                                                                         tahapan sekunder meliputi dua tahapan yaitu tahapan aerasi(metode lumpur aktif) dan pengendapan.Pada tahapan aerasi oksigen ditambahkan pada air limbah yang suadah dicampur lumpur aktif untuk pertumbuhan dan perkembangbiakan mikroorganisme didalam lumpur kemudian diuraikan menjadi senyawa yang mudah menguap seperti H2S dan HN3 sehingga mengurangi bau air limabah,tahap selanjutnya dilakukan pengendapan,lumpur aktif akan mengendap kemudian dimasuakn ketengki air aerasi sisanya dibuang .lumpur yang mengendap inilah yang disebut lumpur bulki.
4.      Tahapan tersier                                                                                                                              tahapan ini deisebut tahapan pilihan.tahap ini biasanya untuk memisahkan kandungan zat-zat yang tidak ramah lingkungan,materi organic yang sukar terurai dan padatan anorganik,contoh-contoh perlakuan pada tahapan ini sebagai berikut :
a.       Nitrifikasi(pengubahan)/ Dinitrifikasi                                                             ammonia (NH3 dalam air atau NH4+) menjadi nitrat (NO3-) dangan bantuan reaksi aerobic.Reaksi :                                                                                                     2NH4+ (aq)+3O2(g) →2NO2-(aq)+2H2O(i)+4H+(aq)                                                                 2NO2-(aq)+O2(g)NO3-(aq)                                                                                  Dinitrifikasi adalah reduksi nitrat menjadi gas nitrogen bebas seperti NO,N2,NO2
b.      Pemisahan fosfor                                                                                                                    fosfor dapat dipisahkan dengan cara koagulasi/pengumpalan dengan garam AL dan Ca kemudian disaring
c.       Adsorbs oleh karbon aktif untuk menyerap zat pencemar pewarna dan bau tak sedap.
d.      Penyaringan mikro untuk memisahkan partikel kecil seperti bakteri dan virus
e.       Rawa buatan untuk mengurangi materi oanorganik yang masih tersisah dalam air limbah   
5.      Disinfektan                                                                                                                             disninfektan ditambahkan pada tahap ini untuk menghilangkan mikroorganisme seperti virus dan materi organic penyebab bau dan warna.air yang keluar dari thap ini dapat digunakan untuk keperluan industry ataupun irigasi contoh CL2                                             Reaksi : CL2     + H2OHCLO+H++CL-
6.      Pengolahan padatan lumpu  padatan lumpur dari pengolahan ini dapat diuraikan bakteri aerobic atau  aonaerobic mengahsilkan CH4 untuk bahan bakar dan biosolid untuk pupuk



Tidak ada komentar:

Posting Komentar